Sampah merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga gangguan kesehatan. Oleh karena itu, seluruh warga sekolah memiliki peran penting dalam mengelola sampah dengan cara memilahnya sejak dari sumbernya.
Melalui Program Adiwiyata, sekolah mengajak seluruh peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan warga sekolah untuk membiasakan memilah sampah sesuai jenisnya. Langkah sederhana ini menjadi upaya nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Cara Memilah Sampah di Sekolah
🟢 Sampah Organik
Sisa makanan, daun, ranting, dan sampah yang mudah terurai. Sampah ini dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman.
🔵 Sampah Anorganik
Botol plastik, kertas, kardus, kaleng, kaca, dan bahan lain yang dapat didaur ulang. Sampah ini dapat disalurkan ke bank sampah atau dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.
🔴 Sampah Residu
Tisu bekas, popok, pembalut, masker sekali pakai, dan sampah lain yang tidak dapat didaur ulang maupun dikomposkan. Sampah ini harus dibuang ke tempat sampah residu.
Mengapa Harus Memilah Sampah?
- Mengurangi pencemaran lingkungan.
- Mempermudah proses daur ulang.
- Mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
- Menumbuhkan karakter disiplin dan peduli lingkungan.
- Mendukung terwujudnya sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.

Mari jadikan kegiatan memilah sampah sebagai kebiasaan sehari-hari. Setiap tindakan kecil yang kita lakukan akan memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan.
Ingat!
Pilah Sampah dari Sekarang, Selamatkan Lingkungan untuk Masa Depan.
♻️ “Pilah Sampah, Jaga Bumi, Mulai dari Sekolah.”
🌱 “Satu Langkah Memilah Sampah, Sejuta Manfaat bagi Lingkungan.”
🏫 “Sekolah Bersih Berawal dari Kebiasaan Memilah Sampah.”
